blog tentang cerita dewasa, prediksi pertandingan bola, lowongan kerja, teknologi dan berita'

Apa itu Senyawa Kovalen? Karakteristik, Jenis & Contohnya

Ditulis oleh: -

senyawa kovalen Apa itu Senyawa Kovalen? Karakteristik, Jenis & ContohnyaSenyawa kovalen adalah zat yang terbentuk ketika dua atau lebih elemen yang berbeda bergabung dengan ikatan kovalen.

Ikatan kovalen terbentuk ketika dua atom non-logam berbagi elektron. Atom-atom saling berikatan dalam upaya untuk menjadi lebih stabil.

Secara umum, atom berada dalam kondisi lebih stabil ketika memiliki jumlah elektron sama dengan gas mulia terdekat dalam tabel sistem periodik.

Hal ini berarti biasanya suatu atom harus memiliki delapan elektron di kulit terluarnya.

Dalam ikatan ionik, kondisi ini dicapai oleh sebuah atom dengan elektronegativitas kuat yang menarik elektron dari atom dengan elektronegativitas yang lebih rendah.

Pada senyawa kovalen, tidak terdapat atom yang cukup kuat untuk mencuri elektron sehingga mereka kemudian berbagi elektron.

Terdapat dua jenis ikatan kovalen yang dapat membentuk senyawa kovalen yaitu ikatan polar dan ikatan non-polar.

Ikatan polar biasanya terdiri dari atom yang berbeda dan berbagi elektron secara tidak merata.

Hal ini sering merupakan hasil dari atom elektronegatif yang lebih kuat menarik elektron lebih dekat kepada dirinya dibandingkan atom yang lebih lemah.

Karena elektron menghabiskan sebagian besar waktunya dekat dengan satu atom daripada yang lain, senyawa kovalen lantas memiliki ujung yang sebagian negatif dan sebagian positif.

Ikatan kovalen non-polar biasanya dibentuk oleh dua atom yang berbagi elektron dalam jumlah sama.

Pada jenis ikatan ini, elektron menghabiskan jumlah waktu yang sama dengan tiap atom sehingga tidak ada ujung kutub.

Sebuah contoh populer dari molekul polar adalah air yang memiliki rumus kimia H2O.

Dalam kasus ini, atom oksigen menarik elektron lebih kuat dibandingkan dua atom hidrogen sehingga menghasilkan senyawa kovalen yang sebagian negatif pada ujung oksigen dan sebagian positif di ujung hidrogen.

Sebuah contoh dari molekul non-polar adalah molekul metana (CH4) di mana semua atom berbagi elektron secara merata.

Secara umum, senyawa kovalen memiliki titik leleh dan titik didih lebih rendah dibandingkan dengan senyawa ionik.

Selain itu, zat yang terbuat dari senyawa kovalen cenderung tidak sekeras yang terbentuk dari senyawa ionik.

Karakteristik tersebut merupakan konsekuensi dari ikatan kovalen yang lebih lemah dibandingkan ikatan ionik.

Meskipun atom yang membentuk molekul dalam senyawa kovalen terikat erat, molekul individu berikatan tidak terlalu kuat.

Karakteristik lain senyawa kovalen adalah ketidakmampuannya untuk larut dan ketidakmampuannya untuk menghantarkan listrik dalam air.

Terakhir, senyawa kovalen cenderung mudah terbakar dibandingkan dengan senyawa ionik.

Sifat mudah terbakar terutama karena banyak ikatan kovalen terdiri dari karbon dan hidrogen.

Hidrogen dan karbon dapat terbakar dengan adanya panas dan oksigen untuk kemudian menghasilkan karbon dioksida dan air dalam reaksi yang disebut pembakaran.[]